6. BANGKOK TRAFFIC LOVE STORY (2009)
Bangkok Traffic Love Story bercerita tentang Li, wanita 30 tahun yang belum kunjung mendapatkan jodoh, padahal semua teman dekatnya sudah menikah. Wanita ini sangat ceroboh (bisa dibilang cukup destruktif,hihi...), suka bertindak bodoh, dan suka mabuk. Suatu hari, Li menyetir dalam keadaan mabuk campur ngantuk (nah lo...), akibatnya dia mengalami kecelakaan, kecelakaan inilah yang membawanya bertemu dengan Lung. Karena kecelakaan tersebut, ayah Li melarang Li untuk menggunakan mobil dan kehidupan Li harus berbalik 180 derajat karena dia harus pergi kerja dengan naik berbagai angkutan masal mulai dari kereta (BTS), taksi, angkot, kapal, hingga ojek mengingat letak kantornya yang jauh.
Suatu kejadian yang terjadi di rumah Li akhirnya membawa Lung bertemu lagi dengan Li. Sejak itu, Li semakin sering bertemu dengan Lung karena mereka sama-sama pengguna BTS (dan Lung yang juga bekerja sebagai insinyur di stasiun kereta api). Li mulai jatuh cinta terhadap Lung, sehingga dia melakukan berbagai cara untuk menarik perhatian pria itu. Li juga meminta tips-tips percintaan kepada temannya yang playgirl, Plern. Namun ternyata Plern juga tertarik pada Lung.
Namun, saat Li merasa keinginannya untuk memperoleh cinta Lung sudah hampir terkabul, ternyata Li harus kecewa dengan kenyataan yang ada. Ternyata Lung sudah mempunyai suatu rencana yang sangat mengejutkan Li dan mematahkan hati gadis ini. Di bagian inilah suasana sedih di film ini dimulai.
Nah, apa yang telah direncanakn oleh Lung? silakan tonton sendiri film ini, dijamin terhibur, dan kita juga jadi lebih tahu bagaimana kebudayaan Thailand dan kehidupan middle class di sana. Film ini dikemas dengan sangat apik dan tertata rapi, selain itu ceritanya cukup sederhana dibalut dengan humor sangat cocok untuk tontonan penghilang stress.
Sabtu, 31 Agustus 2013
5. HORMONES (2008)
Film komedi romantis Thailand hasil karya Songyos Sugmakanan pada tahun 2008 ini menyajikan cerita tentang romansa para remaja yang belum stabil emosinya. Berseting pada masa liburan sekolah maupun kuliah, kisah mereka terbagi empat kisah yang bisa berdiri sendiri walau berkaitan satu sama lain.
Kisah pertama mengisahkan dua pria remaja yang bernama Pu (Charlie Trairat) dan Mai (Sirachuch Chienthaworn) sedang bersaing sengit untuk merebut hati seorang gadis cantik yang bernama Nana (Ungsumalynn Sirapatsakmetha). Hanya agar bisa mendapatkan nomor telepon Nana, ternyata Pu dan Mai melakukan segala cara walau cukup konyol dan gila.
Kisah kedua berkisar pada remaja kutu buku yang bernama Jo (Ratchu Surachalas) sedang mabuk kepayang pada C (Chutima Teepanat) yang merupakan gadis populer di sekolahnya, sedangkan kisah ketiga menceritakan seorang gadis bernama Oh Lek (Focus Jirakul) yang begitu tergila-gila pada penyanyi pop beken Didi (Lu Ting Wei).
Demi bisa mengikuti lagu-lagu yang diyanyikan dalam konser Didi, tidak heran jika Oh Lek sibuk belajar bahasa Mandarin. Kisah keempat dan terakhir mengisahkan seorang mahasiswa bernama Hern (Chantawit Thanasewee) terombang-ambing antara keinginannya berselingkuh dengan turis Jepang cantik, Aoi (Sora Aoi) atau tetap setia kepada kekasihnya, Nuan (Thaniya Ummaritchoti).
Seperti apa keempat kisah romansa para remaja tersebut? Akankah kisah mereka berakhir dengan kebahagiaan ataukah ada hati yang dibuat retak? Simak kisahnya hanya dalam sinema bertajuk Hormones di layar Indosiar. Selamat menyaksikan
Film komedi romantis Thailand hasil karya Songyos Sugmakanan pada tahun 2008 ini menyajikan cerita tentang romansa para remaja yang belum stabil emosinya. Berseting pada masa liburan sekolah maupun kuliah, kisah mereka terbagi empat kisah yang bisa berdiri sendiri walau berkaitan satu sama lain.
Kisah pertama mengisahkan dua pria remaja yang bernama Pu (Charlie Trairat) dan Mai (Sirachuch Chienthaworn) sedang bersaing sengit untuk merebut hati seorang gadis cantik yang bernama Nana (Ungsumalynn Sirapatsakmetha). Hanya agar bisa mendapatkan nomor telepon Nana, ternyata Pu dan Mai melakukan segala cara walau cukup konyol dan gila.
Kisah kedua berkisar pada remaja kutu buku yang bernama Jo (Ratchu Surachalas) sedang mabuk kepayang pada C (Chutima Teepanat) yang merupakan gadis populer di sekolahnya, sedangkan kisah ketiga menceritakan seorang gadis bernama Oh Lek (Focus Jirakul) yang begitu tergila-gila pada penyanyi pop beken Didi (Lu Ting Wei).
Demi bisa mengikuti lagu-lagu yang diyanyikan dalam konser Didi, tidak heran jika Oh Lek sibuk belajar bahasa Mandarin. Kisah keempat dan terakhir mengisahkan seorang mahasiswa bernama Hern (Chantawit Thanasewee) terombang-ambing antara keinginannya berselingkuh dengan turis Jepang cantik, Aoi (Sora Aoi) atau tetap setia kepada kekasihnya, Nuan (Thaniya Ummaritchoti).
Seperti apa keempat kisah romansa para remaja tersebut? Akankah kisah mereka berakhir dengan kebahagiaan ataukah ada hati yang dibuat retak? Simak kisahnya hanya dalam sinema bertajuk Hormones di layar Indosiar. Selamat menyaksikan
4. SUCK SEED (2011)
Salah satu film Thailand yang meramaikan layar Indosiar ini adalah Suck Seed. Film komedi romantis yang baru beredar pada awal tahun 2011 ini sangat populer di Thailand, bahkan popularitasnya menjangkau negara-negara tetangganya, salah satu Indonesia.
Kisah film yang dibintangi Jirayu La-ongmanee, Patchara Jirathiwat dan Thawat Pornrattanaprasert ini mengisahkan tentang Ped (Jirayu). Ia bersahabat dengan Koong (Patchara) sejak masih kecil. Koong punya saudara kembar, Kay yang sangat populer di kalangan gadis-gadis SMA mereka lantaran mahir bermain gitar.
Koong tidak mau kalah sehingga mengajak Ped untuk membentuk sebuah band rock. Teman mereka yang bernama Ex (Thawat) pun diajak. Sebenarnya tujuan pembentukan band tersebut agar mereka bisa menarik perhatian para gadis sekolah. Namun sayangnya penampilan mereka hancur dan musik yang diusung band itu dirasakan aneh bagi para murid sekolah.
Beruntung keadaan mereka berubah dengan munculnya seorang gadis murid pindahan dari sekolah lain yang bernama Ern (Nattasha Nauljam). Gadis cantik itu sangat mahir memainkan senar gitar. Ternyata Ern tidak lain adalah teman masa kecil Ped di SD yang dulu diam-diam disukai Ped. Ern bersedia bergabung ke band mereka yang dinamakan Suck Seed itu.
Kehadiran Ern ini membawa warna baru ke dalam musik mereka agar bisa lebih diterima para murid SMA mereka. Namun Ern juga membawa dinamika hubungan antara Ped, Koong dan Ern sendiri. Ped ingin menyatakan rasa sukanya yang dulu belum sempat diutarakan kepada Ern, namun masalahnya Koong juga menyukai Ern. Hal itu membuat Ped bimbang.
Akankah dengan kehadiran Ern, band Suck Seed ini bisa populer? Siapa yang akan dipilih Ern, Ped atau Koong? Simak kisah selengkapnya mereka dalam sinema bertajuk Suck Seed
Salah satu film Thailand yang meramaikan layar Indosiar ini adalah Suck Seed. Film komedi romantis yang baru beredar pada awal tahun 2011 ini sangat populer di Thailand, bahkan popularitasnya menjangkau negara-negara tetangganya, salah satu Indonesia.
Kisah film yang dibintangi Jirayu La-ongmanee, Patchara Jirathiwat dan Thawat Pornrattanaprasert ini mengisahkan tentang Ped (Jirayu). Ia bersahabat dengan Koong (Patchara) sejak masih kecil. Koong punya saudara kembar, Kay yang sangat populer di kalangan gadis-gadis SMA mereka lantaran mahir bermain gitar.
Koong tidak mau kalah sehingga mengajak Ped untuk membentuk sebuah band rock. Teman mereka yang bernama Ex (Thawat) pun diajak. Sebenarnya tujuan pembentukan band tersebut agar mereka bisa menarik perhatian para gadis sekolah. Namun sayangnya penampilan mereka hancur dan musik yang diusung band itu dirasakan aneh bagi para murid sekolah.
Beruntung keadaan mereka berubah dengan munculnya seorang gadis murid pindahan dari sekolah lain yang bernama Ern (Nattasha Nauljam). Gadis cantik itu sangat mahir memainkan senar gitar. Ternyata Ern tidak lain adalah teman masa kecil Ped di SD yang dulu diam-diam disukai Ped. Ern bersedia bergabung ke band mereka yang dinamakan Suck Seed itu.
Kehadiran Ern ini membawa warna baru ke dalam musik mereka agar bisa lebih diterima para murid SMA mereka. Namun Ern juga membawa dinamika hubungan antara Ped, Koong dan Ern sendiri. Ped ingin menyatakan rasa sukanya yang dulu belum sempat diutarakan kepada Ern, namun masalahnya Koong juga menyukai Ern. Hal itu membuat Ped bimbang.
Akankah dengan kehadiran Ern, band Suck Seed ini bisa populer? Siapa yang akan dipilih Ern, Ped atau Koong? Simak kisah selengkapnya mereka dalam sinema bertajuk Suck Seed
3. CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE (2010)
Masihkah Anda dapat mengingat masa dimana Anda mulai tertarik dengan sesorang dan merasa jatuh cinta kepadanya? Masa dimana Anda akan melakukan berbagai hal untuk dapat menarik perhatian orang yang Anda sukai — mulai dari melakukan berbagai hal cheesy seperti menyukai segala hal yang ia sukai hingga berusaha menjadi sosok yang selama ini berbeda dari kepribadian yang selama ini Anda tampilkan. Cinta memang sebuah kekuatan yang aneh. Pada beberapa orang, cinta dapat memberikan sebuah pengaruh buruk. Namun untungnya, pada banyak orang lainnya, cinta membuat mereka untuk menjadi sesosok manusia yang lebih baik bagi orang yang mereka cintai.
Dalam Crazy Little Thing Called Love, seorang gadis berusia 14 tahun, Nam (Pimchanok Luevisetpaibool), untuk pertama kalinya merasakan adanya getaran cinta di dalam hatinya kepada salah seorang seniornya, Chon (Mario Maurer). Masalahnya, dengan wajah Chon yang sangat tampan — dan ditambah dengan kepribadian yang menarik serta kemampuan olahraga yang mengagumkan — Nam bukanlah satu-satunya gadis di sekolah tersebut yang jatuh hati terhadap Chon. Dengan wajah dan kepribadian yang biasa saja, jelas Nam bukanlah seorang kontender favorit yang dapat memenangkan hati Chon. Dengan bantuan teman-temannya, dan sebuah buku yang berisi berbagai metode untuk mendapatkan hati seorang pria, Nam mulai melakukan berbagai prubahan pada dirinya. Suatu perubahan yang secara perlahan, tanpa disadari Nam, malah membuatnya menjadi seorang yang lebih baik dari sebelumnya.
Ya… jalan cerita Crazy Little Thing Called Love sangatlah sederhana dan cenderung cheesy. Sama sederhana dan cheesy-nya dengan pengalaman siapapun pada saat mereka sedang mengalami jatuh cinta untuk pertama kalinya. Dengan jalan cerita yang sangat familiar, jelas keunggulan utama film ini bukan berada pada departemen penulisan naskah. Walau begitu, naskah cerita yang ditulis oleh dua sutradara film ini, Putthiphong Promsakha na Sakon Nakhon dan Wasin Pokpong, sama sekali tidak buruk mengingat mereka berhasil memadukan jalan cerita yang sederhana dan familiar tersebut dengan elemen komedi yang banyak tercermin dari dialog-dialog yang segar di sepanjang film ini serta, tentu saja, kisah cinta yang mampu menyentuh siapapun yang pernah merasakan jatuh cinta itu sendiri. Tunggu aja sekuel kedua dari Crazy Little Thing Called Love Cukup manis huh?
Masihkah Anda dapat mengingat masa dimana Anda mulai tertarik dengan sesorang dan merasa jatuh cinta kepadanya? Masa dimana Anda akan melakukan berbagai hal untuk dapat menarik perhatian orang yang Anda sukai — mulai dari melakukan berbagai hal cheesy seperti menyukai segala hal yang ia sukai hingga berusaha menjadi sosok yang selama ini berbeda dari kepribadian yang selama ini Anda tampilkan. Cinta memang sebuah kekuatan yang aneh. Pada beberapa orang, cinta dapat memberikan sebuah pengaruh buruk. Namun untungnya, pada banyak orang lainnya, cinta membuat mereka untuk menjadi sesosok manusia yang lebih baik bagi orang yang mereka cintai.
Dalam Crazy Little Thing Called Love, seorang gadis berusia 14 tahun, Nam (Pimchanok Luevisetpaibool), untuk pertama kalinya merasakan adanya getaran cinta di dalam hatinya kepada salah seorang seniornya, Chon (Mario Maurer). Masalahnya, dengan wajah Chon yang sangat tampan — dan ditambah dengan kepribadian yang menarik serta kemampuan olahraga yang mengagumkan — Nam bukanlah satu-satunya gadis di sekolah tersebut yang jatuh hati terhadap Chon. Dengan wajah dan kepribadian yang biasa saja, jelas Nam bukanlah seorang kontender favorit yang dapat memenangkan hati Chon. Dengan bantuan teman-temannya, dan sebuah buku yang berisi berbagai metode untuk mendapatkan hati seorang pria, Nam mulai melakukan berbagai prubahan pada dirinya. Suatu perubahan yang secara perlahan, tanpa disadari Nam, malah membuatnya menjadi seorang yang lebih baik dari sebelumnya.
Ya… jalan cerita Crazy Little Thing Called Love sangatlah sederhana dan cenderung cheesy. Sama sederhana dan cheesy-nya dengan pengalaman siapapun pada saat mereka sedang mengalami jatuh cinta untuk pertama kalinya. Dengan jalan cerita yang sangat familiar, jelas keunggulan utama film ini bukan berada pada departemen penulisan naskah. Walau begitu, naskah cerita yang ditulis oleh dua sutradara film ini, Putthiphong Promsakha na Sakon Nakhon dan Wasin Pokpong, sama sekali tidak buruk mengingat mereka berhasil memadukan jalan cerita yang sederhana dan familiar tersebut dengan elemen komedi yang banyak tercermin dari dialog-dialog yang segar di sepanjang film ini serta, tentu saja, kisah cinta yang mampu menyentuh siapapun yang pernah merasakan jatuh cinta itu sendiri. Tunggu aja sekuel kedua dari Crazy Little Thing Called Love Cukup manis huh?
2. THE BILLIONAIRE (2011)
Film The Billionaire diangkat dari kisah nyata seorang pengusaha muda bernama Top Ittipat. Saat film ini beredar, Ittipat berusia 26 tahun. Siapa yang menyangka bahwa Ittipat adalah seorang pecandu game online saat dia berusia 16 tahun?
Saat gurunya sedang menjelaskan pelajaran, Ittipat sibuk bermain game online. Jumlah komputer di kamarnya lebih dari 3, dan semuanya dipergunakan untuk main game online. Saat ia berusia 17 tahun, ia berhenti sekolah dan menjadi penjaja kacang, dibantu oleh pamannya yang sudah separuh baya. Usahanya tidak begitu lancar, ada saja masalah yang menghampiri usaha anak muda tersebut. Orangtuanya pun khawatir dengan masa depan anak bungsunya tersebut.
Saat ia berusia 18 tahun, keluarganya bangkrut dan meninggalkan hutang sebesar 40 juta baht. Papa dan mamanya memutuskan untuk meninggalkan Thailand, tetapi Ittipat meminta untuk tetap tinggal.
Saat berusia 19 tahun, Ittipat berhasil menciptakan camilan rumput laut goreng "Tao Kae Noi" (Pengusaha Muda) yang saat ini dijual di 3.000 cabang 7-Eleven (mini market) di Thailand. Tapi tidak semudah itu ia mencapai kesuksesan! Ia menghabiskan beratus-ratus ribu baht untuk menciptakan cemilan ini, hingga suatu hari pamannya terjatuh dan masuk RS, dan dari musibah itulah, ia mendapat titik cerah untuk menciptakan camilan rumput laut goreng.
Awalnya ia menjual produknya di counter di pusat perbelanjaan. Lalu ia mencoba untuk menawarkan produknya ke 7-Eleven. Kunjungan demi kunjungan ia ditolak karena kemasan, harga, dan lain sebagainya. Dengan tekad yang pantang menyerah, ia mengubah desain kemasan dengan bantuan seorang designer. Ia dengan semangat kembali ke 7-Eleven, tetapi penantiannya tidak mendapat respon. Lalu, ia memberikan sample produknya kepada satpam penjaga di sana. Dan ternyata produknya diambil oleh beberapa karyawan di gedung itu.
Di saat ia merasa ingin putus asa, tiba-tiba ia di hubungi oleh pihak 7-Eleven karena produknya diterima. Tetapi, ia harus mempunyai sebuah pabrik. Selama ini ia menggoreng rumput lautnya hanya di sebuah dapur kecil bersama Pamannya. Lalu ia teringat keluarganya masih mempunyai sebuah kantor kecil. Maka ia merenovasi kantor tersebut menjadi sebuah pabrik agar ia bisa lolos kualifikasi.
Pada akhirnya, kerja keras dan semangatnya berbuah hasil. Setelah 2 tahun, ia berhasil membayar hutang keluarganya dan berhasil mengambil kembali rumah yang selama ini mereka tinggali bersama kedua orangtuanya.
Film The Billionaire diangkat dari kisah nyata seorang pengusaha muda bernama Top Ittipat. Saat film ini beredar, Ittipat berusia 26 tahun. Siapa yang menyangka bahwa Ittipat adalah seorang pecandu game online saat dia berusia 16 tahun?
Saat gurunya sedang menjelaskan pelajaran, Ittipat sibuk bermain game online. Jumlah komputer di kamarnya lebih dari 3, dan semuanya dipergunakan untuk main game online. Saat ia berusia 17 tahun, ia berhenti sekolah dan menjadi penjaja kacang, dibantu oleh pamannya yang sudah separuh baya. Usahanya tidak begitu lancar, ada saja masalah yang menghampiri usaha anak muda tersebut. Orangtuanya pun khawatir dengan masa depan anak bungsunya tersebut.
Saat ia berusia 18 tahun, keluarganya bangkrut dan meninggalkan hutang sebesar 40 juta baht. Papa dan mamanya memutuskan untuk meninggalkan Thailand, tetapi Ittipat meminta untuk tetap tinggal.
Saat berusia 19 tahun, Ittipat berhasil menciptakan camilan rumput laut goreng "Tao Kae Noi" (Pengusaha Muda) yang saat ini dijual di 3.000 cabang 7-Eleven (mini market) di Thailand. Tapi tidak semudah itu ia mencapai kesuksesan! Ia menghabiskan beratus-ratus ribu baht untuk menciptakan cemilan ini, hingga suatu hari pamannya terjatuh dan masuk RS, dan dari musibah itulah, ia mendapat titik cerah untuk menciptakan camilan rumput laut goreng.
Awalnya ia menjual produknya di counter di pusat perbelanjaan. Lalu ia mencoba untuk menawarkan produknya ke 7-Eleven. Kunjungan demi kunjungan ia ditolak karena kemasan, harga, dan lain sebagainya. Dengan tekad yang pantang menyerah, ia mengubah desain kemasan dengan bantuan seorang designer. Ia dengan semangat kembali ke 7-Eleven, tetapi penantiannya tidak mendapat respon. Lalu, ia memberikan sample produknya kepada satpam penjaga di sana. Dan ternyata produknya diambil oleh beberapa karyawan di gedung itu.
Di saat ia merasa ingin putus asa, tiba-tiba ia di hubungi oleh pihak 7-Eleven karena produknya diterima. Tetapi, ia harus mempunyai sebuah pabrik. Selama ini ia menggoreng rumput lautnya hanya di sebuah dapur kecil bersama Pamannya. Lalu ia teringat keluarganya masih mempunyai sebuah kantor kecil. Maka ia merenovasi kantor tersebut menjadi sebuah pabrik agar ia bisa lolos kualifikasi.
Pada akhirnya, kerja keras dan semangatnya berbuah hasil. Setelah 2 tahun, ia berhasil membayar hutang keluarganya dan berhasil mengambil kembali rumah yang selama ini mereka tinggali bersama kedua orangtuanya.
10 film thailand romance komedi
1. HELLO STRANGER (2010)
>> okeh! nonton ini karena berharap ceritanya bakal lucu, awal-awal sih ya lumayan lah. pertengahan ya lumayan juga, tapi kalo boleh jujur sih agak ngebosenin nih filmnya, yang bikin semangat sih waktu scene-scene si May baru datang ke Korea terus dia langsung mampir ke lokasi syuting coffee prince. hmmmm ada lagi sih yang bikin agak seru waktu dang dan may ke Nami Island, tau dong yaa kalo itu lokasi syutingnya winter sonata dan disitu juga ada patungnya Bae Yong Joon dan Choi Ji Woo. waktu itu juga pernah dijadiin lokasi syutingnya si kim bum world date, yang dia ngedate sama 5 cewek beruntung dari 5 negara yang sayangnya dari indonesia ga ada! hehehehe okeh back to topic! setelah saya inget kayaknya film ini adalah film balasan dari film korea yang judulnya Romantic Island, nah film korea ini lokasinya di Thailand dan bercerita tentang orang korea yang berlibur ke thailand. nah film hello stranger ini adalah film kebalikannya! kalo boleh jujur sih ceritanya kurang menarik sih, padahal syutingnya udah jauh-jauh ke korea, tapi tempat-tempat yang dijadiin lokasi syutingnya cuma dikit. yang terkenal ya cuma 2 lokasi itu yg coffee prince sama yang di nami island, terus genre film ini kan komedi romantis tapi kok saya ngerasa komedinya kurang yaa?!! hmmmm..saya sih ga rekomendasiin film ini,tapi yang penasaran boleh deh ditonton. hehehehe
Hello Stranger (Kuan Muen Ho) dibuka dengan seorang pemuda yang diturunkan oleh teman-temannya yang mengantarkan kepergiannya mengikuti tour ke Korea Selatan. Sayangnya ia mengikuti tour tersebut hanya dengan memakai baju sehari-hari tanpa membawa baju ganti dan dompet. Disaat yang sama, seorang wanita diantarkan oleh pacarnya ke bandara untuk pergi menghadiri upacara pernikahan temannya di Korea Selatan. Sang gadis memberitahu kepada pacarnya bahwa ia berpergian bersama dengan teman wanitanya, tetapi ternyata sang gadis berpergian sendiri dengan cara back packer agar dapat mengunjungi lokasi-lokasi syuting drama korea. dua orang yang tidak saling mengenal ini akhirnya dipertemukan dan melewati berbagai hal menari bersama-sama selama di Korea Selatan, penasaran?? ditonton aja yaaaa
>> okeh! nonton ini karena berharap ceritanya bakal lucu, awal-awal sih ya lumayan lah. pertengahan ya lumayan juga, tapi kalo boleh jujur sih agak ngebosenin nih filmnya, yang bikin semangat sih waktu scene-scene si May baru datang ke Korea terus dia langsung mampir ke lokasi syuting coffee prince. hmmmm ada lagi sih yang bikin agak seru waktu dang dan may ke Nami Island, tau dong yaa kalo itu lokasi syutingnya winter sonata dan disitu juga ada patungnya Bae Yong Joon dan Choi Ji Woo. waktu itu juga pernah dijadiin lokasi syutingnya si kim bum world date, yang dia ngedate sama 5 cewek beruntung dari 5 negara yang sayangnya dari indonesia ga ada! hehehehe okeh back to topic! setelah saya inget kayaknya film ini adalah film balasan dari film korea yang judulnya Romantic Island, nah film korea ini lokasinya di Thailand dan bercerita tentang orang korea yang berlibur ke thailand. nah film hello stranger ini adalah film kebalikannya! kalo boleh jujur sih ceritanya kurang menarik sih, padahal syutingnya udah jauh-jauh ke korea, tapi tempat-tempat yang dijadiin lokasi syutingnya cuma dikit. yang terkenal ya cuma 2 lokasi itu yg coffee prince sama yang di nami island, terus genre film ini kan komedi romantis tapi kok saya ngerasa komedinya kurang yaa?!! hmmmm..saya sih ga rekomendasiin film ini,tapi yang penasaran boleh deh ditonton. hehehehe
Melewatkanmu
Melewatkanmu di lembaran hariku
Selalu terhenti di batas senyumanmu
Walau berakhir cinta kita berdua
Hati ini tak ingin dan selalu berdusta
Lupakanmu takkan mudah bagiku
Selalu ku coba namun aku tak mampu
Membuang semua kisah yang telah berlalu
Di sudut relung hatiku yang membisu ku merindukanmu
Harusnya ku telah melewatkanmu
Menghapuskanmu dari dalam benakku
Namun ternyata sulit bagiku
Merelakanmu pergi dari hatiku
Selalu ingin dekat tubuhmu
Namun aku tak bisa karena kau telah bahagia
Harusnya ku telah melewatkanmu
Menghapuskanmu dari dalam benakku
Namun ternyata sulit bagiku
Merelakanmu pergi dari hatiku (hatiku)
Selalu ingin dekat tubuhmu
Namun aku tak bisa, namun aku tak bisa
Karena kau telah bahagia
Selalu terhenti di batas senyumanmu
Walau berakhir cinta kita berdua
Hati ini tak ingin dan selalu berdusta
Lupakanmu takkan mudah bagiku
Selalu ku coba namun aku tak mampu
Membuang semua kisah yang telah berlalu
Di sudut relung hatiku yang membisu ku merindukanmu
Harusnya ku telah melewatkanmu
Menghapuskanmu dari dalam benakku
Namun ternyata sulit bagiku
Merelakanmu pergi dari hatiku
Selalu ingin dekat tubuhmu
Namun aku tak bisa karena kau telah bahagia
Harusnya ku telah melewatkanmu
Menghapuskanmu dari dalam benakku
Namun ternyata sulit bagiku
Merelakanmu pergi dari hatiku (hatiku)
Selalu ingin dekat tubuhmu
Namun aku tak bisa, namun aku tak bisa
Karena kau telah bahagia
Langganan:
Postingan (Atom)





